Showing posts with label Prosthodonti. Show all posts
Showing posts with label Prosthodonti. Show all posts

Thursday, May 19, 2016

Gigi Tiruan Jembatan


Gigi tiruan jembatan (GTJ) adalah gigi tiruan cekat yang digabungkan dengan gigi tetangganya yang telah dipreparasi. Bagian GTJ ada 3, yaitu :
·         Pontik (pengganti gigi yang hilang).
·         Retainer (gigi penyangga yang telah dipreparasi, bertujuan sebagai tempat menyalurnya tekanan kunyah).
·         Konektor (penyambung pontik dan retainer).

1.        Pontik
Secara garis besar ada 2 jenis pontik, yaitu ada pontik yang berkontak dengan residual ridge dan ada pontik yang tidak berkontak dengan residual ridge (juga disebut sanitary pontic).
a.    Sanitary pontic terdiri dari 2, yaitu pontik sanitari dan sanitari modifikasi. Ada jarak ±2mm antara dasar pontik dan residual ridge.
pontik sanitari

pontik sanitari modifikasi

Kelebihan : mudah pembersihan plak.
Kekurangan : bisa membuat terjebak makanan, bentuk tidak seperti gigi asli.

b.      Pontik yang berkontak dengan residual ridge terbagi 4:
§  Saddle/ridge lap.
Bentuknya konkav dan mengenai ridge di bagian bukal dan lingualnya. Membuat seolah-olah seperti gigi asli.

Kelebihan: estetik baik.
Kekurangan : tidak direkomendasikan. Susah dalam menjaga oral hygiene. Dapat menyebabkan inflamasi.


§  Ridge lap modifikasi.
Kombinasi desain sanitari dan saddle. Bagian bukal tertutup, tapi bagian lingual terbuka sehingga memudahkan kontrol plak. Desain ini digunakan pada gigi yang membutuhkan estetik. Merupakan desain pontik yang paling sering dipakai untuk gigi yang tempat saat berfungsi.
Kelebihan : estetik baik.
Kekurangani : tidak bisa digunakan untuk jarak serviko-oklusal < 5mm.


§  Conical/egg shaped/bullet-shaped/heart-shaped.
Dasar pontik sangat cembung dimana nanti hanya ada satu titik di tengah dasar pontik yang berkontak dengan ridge. Biasa digunakan untuk gigi molar bawah. Pemilihan bergantung pada lebarnya ridge. Tidak cocok untuk ridge yang lebar, karena bisa membuat terjebaknya makanan.

Kelebihan : memudahkan kontrol plak.
Kekurangan : estetik kurang.


§  Ovate.
Bagian cembung di dasarnya masuk ke cekungan di jaringan lunak ridge, menampilkan gigi yang memang muncul dari gingiva.

Kelebihan : estetik baik, memudahkan kontrol plak.
Kekurangan : ridge nya harus dipersiapkan agar ada cekungannya.


Pemilihan pontik dipertimbangkan berdasarkan :
-          Residual ridge (bentuk, besarnya resorbsi, bentuk permukaan).
-          Lokasi (daerah yang tampak/tidak, peran dalam fungsi kunyah).


2.        Konektor
Ada yang rigid (kaku) dan ada yang non rigid (dengan pergerakan yang terbatas).
a.  Rigid digunakan untuk yang memerlukan efek splinting maksimal. Sifatnya kuat dan mudah dibersihkan. Ada yang cast dan ada yang solder (untuk span yang panjang).
b.      Non rigid digunakan untuk kasus jika ada gigi penyangga yang tidak sejajar inklinasinya. Dapat juga digunakan untuk immediate abutment. Dapat mengurangi efek ungkit dari gigi penyangga. Namun jenis konektor ini memiliki efek splinting yang minimal, sulit dalam pembuatannya, dan dapat patah.


Sumber : Contemporary Fixed Prosthodontics. Rosentiel. SF, Land. MF, Fujimoto J. Edisi 3. Hal 520-524

Monday, December 30, 2013

Kelebihan dan Kekurangan Immediate Denture



a.       Kelebihan Immediate Denture
·         Keuntungan utama dari immediate denture adalah terjaganya penampilan pasien, karena tidak ada periode edentulous.
·         Hubungan rahang, dimensi vertikal, serta tinggi wajah dapat dijaga. Lidah tidak akan melebar sebagai hasil dari tidak adanya gigi.
·         Sakit pasca operasi berkurang, karena area ekstraksi dilindungi.
·         Lebih mudah untuk menduplikasi posisi dan bentuk gigi asli, juga bentuk rahang dan lebarnya.
·         Pasien dapat beradaptasi lebih mudah terhadap gigi tiruan pada waktu yang sama dengan pemulihan pembedahan. Fungsi bicara dan mastikasi jarang bermasalah, dan nutrisi dapat dijaga.
·         Status social dan psikologis terpelihara. Alasan yang paling penting penggunaan immediate denture adalah pasien tidak akan berada dalam kondisi edentulous dan tidak ada gangguan terhadap kehidupan normal saat tersenyum, berbicara, makan, dan saat berinteraksi sosial.

      b.      Kekurangan Immediate Denture
·         Adanya beberapa gigi yang tersisa pada berbagai lokasi (anterior, posterior, atau keduanya) sering menyebabkan pencatatan yang tidak benar terhadap relasi sentrik atau salah menentukan dimensi vertikal yang tepat.
·         Merupakan prosedur yang lebih sulit dan lebih menuntut. Dibutuhkan waktu kunjung yang lebih banyak, dan karenanya meningkatkan harga/biaya.
·         Aktifitas fungsional (berbicara dan mastikasi) terkadang terganggu. Namun, hal ini hanyalah ketidaknyamanan sesaat.

      c.       Perbandingan Kelebihan Immediate Denture
·         Immediate denture konvensional (CID) biasanya akan memberikan retensi dan stabilisasi awal yang lebih baik karena lebih sedikit gigi yang diekstraksi saat pemasangan.
·         CID memiliki sesi bedah yang lebih mudah pada pembedahan kedua.
·         Biaya keseluruhan dari CID lebih murah.
·         Teknik interim immediate denture (IID) menghasilkan dua gigi tiruan, yang berguna bagi beberapa pasien.
·         IID memiliki sekali kunjungan bedah.
·         Prosedur IID lebih singkat waktunya.
·         IID lebih baik untuk dokter gigi yang kurang berpengalaman, karena dapat memperbaiki kesalahan gigi tiruan pertama pada gigi tiruan kedua.

      d.      Perbandingan Kekurangan Immediate Denture
·         Teknik CID hanya menghasilkan satu gigi tiruan.
·         Teknik CID membutuhkan dua kunjungan bedah.
·         Teknik CID memiliki periode edentulous posterior, yang dapat menggangu mastikasi.
·         Kunjungan bedah IID lebih sulit dan memakan waktu lama dari CID.
·         Retensi dan stabilisasi IID kurang saat insersi.

Sumber : Zarb, Bolender. Prosthodontic Treatment for Edentulous Patients. 12th Edition. Mosby.  P. 124-5

Sunday, December 22, 2013

Gigi Tiruan Tunggal



1.    Definisi
Gigi tiruan penuh (GTP) tunggal adalah GTP yang beroklusi dengan beberapa atau semua gigi-geligi antagonis asli, gigi tiruan cekat, atau gigi tiruan sebagian lepasan yang telah dibuat sebelumnya. GTP tunggal lebih sering dibuat untuk rahang atas.1
GTP tunggal selalu memberikan masalah bagi dokter gigi. Pasien yang menggunakan desain ini cenderung membatasi tekanan mastikasinya ke area dimana gigi asli masih ada. Hal ini menghasilkan distribusi tekanan yang tidak baik, yang dapat menyebabkan reaksi jaringan lunak yang melawan seperti hyperplasia, resorpsi ridge, dll.2

2.    Indikasi
·      Pada pasien dengan perbedaan ukuran rahang yang membutuhkan GTP, lebih baik untuk mempertahankan gigi pada mandibula yang retrognati.
·      Pada pasien dengan cleft palate yang tidak bisa dioperasi atau palatum yang berlubang, lebih baik untuk mempertahankan gigi pada rahang atas. Hal ini karena GTP konvensional maksila akan gagal pada kasus ini karena tidak adanya peripheral seal.1

3.    Jenis
GTP tunggal dapat berupa GTP pada maksila berantagonis mandibula gigi asli penuh, GTP pada maksila berantagonis mandibula gigi tiruan sebagian, GTP pada mandibula berantagonis maksila gigi asli, GTP pada mandibula berantagonis maksila gigi tiruan sebagian.
a.       GTP pada maksila berantagonis mandibula gigi asli penuh.
Terdapat perbedaan oklusal yang sangat besar dan membutuhkan occlusal adjustment dan koreksi ortodonti. Ada beberapa poin penting yang harus dipertimbangkan sebelum membuat gigi tiruan ini, yaitu:
Ø  Morfologi gigi alami akan menentukan pemilihan gigi artificial; ukuran dan warna gigi artificial harus cocok dengan gigi alami.
Ø  Jika gigi mandibula mengalami atrisi, lebih dipilih menggunakan cuspless teeth.
Ø  Jika gigi mandibula tidak atrisi, leih dipilih gigi anatomis.

b.      GTP pada maksila berantagonis mandibula gigi tiruan sebagian.
Gigi tiruan ini secara klinis sangat signifikan karena komplikasinya. Pemilihan gigi sangat penting pada pembuatan gigi tiruan. Gigi artificial untuk gigi tiruan ini sebaiknya dipilih berdasarkan faktor :
Ø  Jika gigi tiruan sebagain adalah gigi porselen, maka gigi porselen yang dipilih.
Ø  Jika gigi alami memiliki crown gold atau metal, maka gigi akrilik yang dipilih.
Ø  Gigi akrilik dipilih pada gigi tiruan dengan antagonis gigi alami atau gigi tiruan dengan artificial akrilik.

c.       GTP pada mandibula.
Dapat berantagonis dengan maksila bergigi penuh atau dengan maksila gigi tiruan sebagian. Pada setiap kasus, akan terjadi resorpsi ridge yang parah pada mandibula yang edentulous. Hal ini dikarenakan dua alasan :
Ø  Pergerakan konstan dari lidah ditambah dengan tekanan pada residual ridge meningkatkan jumlah resorpsi.
Ø  Jumlah mukosa yang melekat kaku pada gigi tiruan, bearing area lebih sedikit pada mandibula daripada di maksila.
Gigi tiruan konvensional biasanya dihindari berantagonis dengan gigi alami maksila. Kondisi ini dapat dirawat paling baik dengan implant endosseous setelah evaluasi menyeluruh dari pasien. Beberapa kasus dapat dirawat bersama dengan liner elastic untuk mengurangi tekanan pada ridge. Beberapa ahli percaya bahwa mandibula dengan GTP mempunyai prognosis yang buruk.1
4.    Komplikasi
Penggunaan GTP tunggal pada maksila berantagonis dengan mandibula yang menggunakan gigi tiruan sebagian akan menyebabkan beberapa komplikasi, yaitu:1
a.       Sindrom kombinasi.
1)      Definisi
Sindrom kombinasi adalah tampilan karakteristik yang terjadi ketika edentulous maksila berantagonis dengan gigi anterior asli mandibula, termasuk kehilangan tulang dari bagian anterior ridge maksila, overgrowth dari tuberositas, hyperplasia papilla dari mukosa pada palatum keras, ekstrusi gigi anterior bawah, dan kehilangan tulang alveolar dan tinggi ridge dibawah protesa gigi tiruan lepasan mandibula-juga disebut sindrom hiperfungsi anterior.3
Sindrom kombinasi didefinisikan sebagai kondisi yang disebabkan oleh adanya gigi anterior rahang bawah dan tidak adanya gigi posterior dan menyebabkan resorpsi alveolar anterior maksila yang signifikan.4

2)      Etiologi
Berikut ini adalah urutan terjadinya sindrom kombinasi :1
·      Pasien akan cenderung mengkonsentrasikan tekanan oklusal pada gigi asli yang masih tersisa (anterior mandibula) untuk proprioception. Karenanya, lebih banyak tekanan bekerja pada bagian anterior gigi tiruan maksila.
·      Hal ini akan berlanjut pada peningkatan resorpsi bagian anterior maksila yang akan digantikan dengan jaringan flabby. Bidang oklusal menjadi tilting anterior ke atas dan posterior ke bawah karena kurangnya dukungan anterior.
·      Tepi labial akan digantikan dan mengiritasi vestibulum labial menyebabkan pembentukan epulis fissuratum.
·      Pada posterior akan terdapat pertumbuhan fibrosa dari jaringan pada tuberositas maksila.
·      Pergerakan bidang oklusal pada posterior ke bawah menyebabkan resorpsi pada perluasan distal denture bearing-area mandibula.
·      Karena bidang oklusal tilting, mandibula bergerak ke anterior saat oklusi.
·      Dimensi vertikal saat oklusi berkurang. Retensi dan stabilisasi gigi tiruan juga berkurang.
·      Tilting bidang oklusal disoccludes anterior bawah menyebabkan supraerupsi. Hal ini mengurangi dukungan periodontal gigi anterior.
·      Anterior bawah yang supraerupsi meningkatkan jumlah tekanan yang bekerja pada bagian anterior GTP dan siklus berlanjut kembali.

3)      Ciri Klinis
Ellsworth Kelly pada 1972 merupakan orang pertama yang menggunakan istilah “sindrom kombinasi”. Dia mendeskripsikan 5 tanda atau gejala yang biasanya terjadi pada situasi ini. Lima tanda tersebut adalah:
·      resorpsi ridge anterior maksila,
·      hyperplasia papilla pada palatum keras,
·      hipertofi tuberositas maksila,
·      ekstrusi gigi anterior mandibula,
·      kehilangan tulang dibawah basis gigi tiruan sebagian lepasan.

Lima tanda klinis sindrom kombinasi
Teorinya mengatakan bahwa urutan ini dipicu oleh tekanan negatif pada gigi tiruan maksila, yang menyebabkan ridge anterior ditarik ke atas oleh oklusi anterior, diikuti dengan kehilangan dini tulang dari bagian anterior maksila dan pembentukan epulis fisuratum pada sulcus maksila. Hal ini diikuti oleh hipertrofi tuberositas maksila, supraerupsi gigi anterior bawah yang tersisa dan resorpsi posterior mandibula.
Sauders et al pada 1979 menambahkan deskripsi sindrom kombinasi dengan memasukkan perubahan destruktif yang terjadi seperti:
·      kehilangan dimensi oklusal vertikal,
·      perubahan dataran oklusal,
·      reposisi mandibula ke anterior,
·      adaptasi yang kurang dari protesa,
·      epulis fissuratum,
·      perubahan periodontal


Saunders et al mengatakan bahwa urutan kejadian ini di inisiasi oleh kehilangan dukungan posterior mandibula, menyebabkan penurunan bertahap beban oklusal posterior, meningkatnya bebasn oklusal anterior dan akhirnya peningkatan tekanan mengakibatkan resorpso residual ridge anterior maksilla.5

4)      Perawatan
Kelly mengatakan bahwa sebelum melakukan perawatan prostetik, perubahan besar yang sudah terjadi sebaiknya dibedah. Hal ini termasuk kondisi seperti jaringan flabby (hyperplasia), hyperplasia papilla dan tuberositas yang membesar.
Kelly menyarankan untuk mengurangi tuberositas yang membesar untuk menjadikan gigi tiruan sebagian rahang bawah meluas ke area retromolar pad dan area buccal shelf. Saunders et al menyarankan splinting gigi anterior mandibula untuk menyediakan dukungan oklusal yang postif ke gigi tiruan sebagian, kekakuan, dan stabilisasi, ketika meminimalisir tekanan yang berlebihan pada gigi anterior asli bawah. Perawatan prostodonti ditujukan untuk menyediakan dukungan oklusal posterior dan untuk meminimalisir tekanan oklusal pada anterior maksila.

b.      Aus pada gigi asli.
Ketika gigi porselen digunakan, abrasi parah pada gigi asli antagonis akan terjadi. Karenanya, akan sangat penting dilakukan pemilihan material gigi tiruan yang sesuai.

c.       Fraktur gigi tiruan.
Fraktur gigi tiruan sering terjadi pada kasus GTP tunggal. Hal ini dikarenakan gigi tiruan akan mendapatkan beban berlebih dari gigi asli. Faktor yang dapat menyebabkan frakturnya gigi tiruan adalah:
·         beban oklusal anterior yang berlebih.
·         frenulum labial yang dalam.
·         tekanan oklusal berlebih karena aksi berlebih dari masseter.




Sumber :

1.      Deepak Nallaswamy. Textbook of Prosthodontics. P. 250-1, 252-5.
2.      Robert W. Loney. Complete Denture Manual. P.73.
3.      The Glossary of Prosthodontic Terms. 2005. P.25.
4.      Journal of Implantology. Combination Syndrome : Classification and Case Report. P.139.
5.      Nadgere Jyoti, Nisargi Shah, Mallika.M. Karthik. Prosthodontic Rehabilitation of patients with Combination Syndrome. INTERNATIONAL JOURNAL OF DENTAL CLINICS 2010:2(3):37-44