Sunday, December 22, 2013

Gigi Tiruan Tunggal



1.    Definisi
Gigi tiruan penuh (GTP) tunggal adalah GTP yang beroklusi dengan beberapa atau semua gigi-geligi antagonis asli, gigi tiruan cekat, atau gigi tiruan sebagian lepasan yang telah dibuat sebelumnya. GTP tunggal lebih sering dibuat untuk rahang atas.1
GTP tunggal selalu memberikan masalah bagi dokter gigi. Pasien yang menggunakan desain ini cenderung membatasi tekanan mastikasinya ke area dimana gigi asli masih ada. Hal ini menghasilkan distribusi tekanan yang tidak baik, yang dapat menyebabkan reaksi jaringan lunak yang melawan seperti hyperplasia, resorpsi ridge, dll.2

2.    Indikasi
·      Pada pasien dengan perbedaan ukuran rahang yang membutuhkan GTP, lebih baik untuk mempertahankan gigi pada mandibula yang retrognati.
·      Pada pasien dengan cleft palate yang tidak bisa dioperasi atau palatum yang berlubang, lebih baik untuk mempertahankan gigi pada rahang atas. Hal ini karena GTP konvensional maksila akan gagal pada kasus ini karena tidak adanya peripheral seal.1

3.    Jenis
GTP tunggal dapat berupa GTP pada maksila berantagonis mandibula gigi asli penuh, GTP pada maksila berantagonis mandibula gigi tiruan sebagian, GTP pada mandibula berantagonis maksila gigi asli, GTP pada mandibula berantagonis maksila gigi tiruan sebagian.
a.       GTP pada maksila berantagonis mandibula gigi asli penuh.
Terdapat perbedaan oklusal yang sangat besar dan membutuhkan occlusal adjustment dan koreksi ortodonti. Ada beberapa poin penting yang harus dipertimbangkan sebelum membuat gigi tiruan ini, yaitu:
Ø  Morfologi gigi alami akan menentukan pemilihan gigi artificial; ukuran dan warna gigi artificial harus cocok dengan gigi alami.
Ø  Jika gigi mandibula mengalami atrisi, lebih dipilih menggunakan cuspless teeth.
Ø  Jika gigi mandibula tidak atrisi, leih dipilih gigi anatomis.

b.      GTP pada maksila berantagonis mandibula gigi tiruan sebagian.
Gigi tiruan ini secara klinis sangat signifikan karena komplikasinya. Pemilihan gigi sangat penting pada pembuatan gigi tiruan. Gigi artificial untuk gigi tiruan ini sebaiknya dipilih berdasarkan faktor :
Ø  Jika gigi tiruan sebagain adalah gigi porselen, maka gigi porselen yang dipilih.
Ø  Jika gigi alami memiliki crown gold atau metal, maka gigi akrilik yang dipilih.
Ø  Gigi akrilik dipilih pada gigi tiruan dengan antagonis gigi alami atau gigi tiruan dengan artificial akrilik.

c.       GTP pada mandibula.
Dapat berantagonis dengan maksila bergigi penuh atau dengan maksila gigi tiruan sebagian. Pada setiap kasus, akan terjadi resorpsi ridge yang parah pada mandibula yang edentulous. Hal ini dikarenakan dua alasan :
Ø  Pergerakan konstan dari lidah ditambah dengan tekanan pada residual ridge meningkatkan jumlah resorpsi.
Ø  Jumlah mukosa yang melekat kaku pada gigi tiruan, bearing area lebih sedikit pada mandibula daripada di maksila.
Gigi tiruan konvensional biasanya dihindari berantagonis dengan gigi alami maksila. Kondisi ini dapat dirawat paling baik dengan implant endosseous setelah evaluasi menyeluruh dari pasien. Beberapa kasus dapat dirawat bersama dengan liner elastic untuk mengurangi tekanan pada ridge. Beberapa ahli percaya bahwa mandibula dengan GTP mempunyai prognosis yang buruk.1
4.    Komplikasi
Penggunaan GTP tunggal pada maksila berantagonis dengan mandibula yang menggunakan gigi tiruan sebagian akan menyebabkan beberapa komplikasi, yaitu:1
a.       Sindrom kombinasi.
1)      Definisi
Sindrom kombinasi adalah tampilan karakteristik yang terjadi ketika edentulous maksila berantagonis dengan gigi anterior asli mandibula, termasuk kehilangan tulang dari bagian anterior ridge maksila, overgrowth dari tuberositas, hyperplasia papilla dari mukosa pada palatum keras, ekstrusi gigi anterior bawah, dan kehilangan tulang alveolar dan tinggi ridge dibawah protesa gigi tiruan lepasan mandibula-juga disebut sindrom hiperfungsi anterior.3
Sindrom kombinasi didefinisikan sebagai kondisi yang disebabkan oleh adanya gigi anterior rahang bawah dan tidak adanya gigi posterior dan menyebabkan resorpsi alveolar anterior maksila yang signifikan.4

2)      Etiologi
Berikut ini adalah urutan terjadinya sindrom kombinasi :1
·      Pasien akan cenderung mengkonsentrasikan tekanan oklusal pada gigi asli yang masih tersisa (anterior mandibula) untuk proprioception. Karenanya, lebih banyak tekanan bekerja pada bagian anterior gigi tiruan maksila.
·      Hal ini akan berlanjut pada peningkatan resorpsi bagian anterior maksila yang akan digantikan dengan jaringan flabby. Bidang oklusal menjadi tilting anterior ke atas dan posterior ke bawah karena kurangnya dukungan anterior.
·      Tepi labial akan digantikan dan mengiritasi vestibulum labial menyebabkan pembentukan epulis fissuratum.
·      Pada posterior akan terdapat pertumbuhan fibrosa dari jaringan pada tuberositas maksila.
·      Pergerakan bidang oklusal pada posterior ke bawah menyebabkan resorpsi pada perluasan distal denture bearing-area mandibula.
·      Karena bidang oklusal tilting, mandibula bergerak ke anterior saat oklusi.
·      Dimensi vertikal saat oklusi berkurang. Retensi dan stabilisasi gigi tiruan juga berkurang.
·      Tilting bidang oklusal disoccludes anterior bawah menyebabkan supraerupsi. Hal ini mengurangi dukungan periodontal gigi anterior.
·      Anterior bawah yang supraerupsi meningkatkan jumlah tekanan yang bekerja pada bagian anterior GTP dan siklus berlanjut kembali.

3)      Ciri Klinis
Ellsworth Kelly pada 1972 merupakan orang pertama yang menggunakan istilah “sindrom kombinasi”. Dia mendeskripsikan 5 tanda atau gejala yang biasanya terjadi pada situasi ini. Lima tanda tersebut adalah:
·      resorpsi ridge anterior maksila,
·      hyperplasia papilla pada palatum keras,
·      hipertofi tuberositas maksila,
·      ekstrusi gigi anterior mandibula,
·      kehilangan tulang dibawah basis gigi tiruan sebagian lepasan.

Lima tanda klinis sindrom kombinasi
Teorinya mengatakan bahwa urutan ini dipicu oleh tekanan negatif pada gigi tiruan maksila, yang menyebabkan ridge anterior ditarik ke atas oleh oklusi anterior, diikuti dengan kehilangan dini tulang dari bagian anterior maksila dan pembentukan epulis fisuratum pada sulcus maksila. Hal ini diikuti oleh hipertrofi tuberositas maksila, supraerupsi gigi anterior bawah yang tersisa dan resorpsi posterior mandibula.
Sauders et al pada 1979 menambahkan deskripsi sindrom kombinasi dengan memasukkan perubahan destruktif yang terjadi seperti:
·      kehilangan dimensi oklusal vertikal,
·      perubahan dataran oklusal,
·      reposisi mandibula ke anterior,
·      adaptasi yang kurang dari protesa,
·      epulis fissuratum,
·      perubahan periodontal


Saunders et al mengatakan bahwa urutan kejadian ini di inisiasi oleh kehilangan dukungan posterior mandibula, menyebabkan penurunan bertahap beban oklusal posterior, meningkatnya bebasn oklusal anterior dan akhirnya peningkatan tekanan mengakibatkan resorpso residual ridge anterior maksilla.5

4)      Perawatan
Kelly mengatakan bahwa sebelum melakukan perawatan prostetik, perubahan besar yang sudah terjadi sebaiknya dibedah. Hal ini termasuk kondisi seperti jaringan flabby (hyperplasia), hyperplasia papilla dan tuberositas yang membesar.
Kelly menyarankan untuk mengurangi tuberositas yang membesar untuk menjadikan gigi tiruan sebagian rahang bawah meluas ke area retromolar pad dan area buccal shelf. Saunders et al menyarankan splinting gigi anterior mandibula untuk menyediakan dukungan oklusal yang postif ke gigi tiruan sebagian, kekakuan, dan stabilisasi, ketika meminimalisir tekanan yang berlebihan pada gigi anterior asli bawah. Perawatan prostodonti ditujukan untuk menyediakan dukungan oklusal posterior dan untuk meminimalisir tekanan oklusal pada anterior maksila.

b.      Aus pada gigi asli.
Ketika gigi porselen digunakan, abrasi parah pada gigi asli antagonis akan terjadi. Karenanya, akan sangat penting dilakukan pemilihan material gigi tiruan yang sesuai.

c.       Fraktur gigi tiruan.
Fraktur gigi tiruan sering terjadi pada kasus GTP tunggal. Hal ini dikarenakan gigi tiruan akan mendapatkan beban berlebih dari gigi asli. Faktor yang dapat menyebabkan frakturnya gigi tiruan adalah:
·         beban oklusal anterior yang berlebih.
·         frenulum labial yang dalam.
·         tekanan oklusal berlebih karena aksi berlebih dari masseter.




Sumber :

1.      Deepak Nallaswamy. Textbook of Prosthodontics. P. 250-1, 252-5.
2.      Robert W. Loney. Complete Denture Manual. P.73.
3.      The Glossary of Prosthodontic Terms. 2005. P.25.
4.      Journal of Implantology. Combination Syndrome : Classification and Case Report. P.139.
5.      Nadgere Jyoti, Nisargi Shah, Mallika.M. Karthik. Prosthodontic Rehabilitation of patients with Combination Syndrome. INTERNATIONAL JOURNAL OF DENTAL CLINICS 2010:2(3):37-44
 

Sunday, December 1, 2013

Material Cetak GTSL



Material cetak yang digunakan pada beberapa tahapan pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan dapat diklasifikasikan menjadi material cetak kaku, material cetak termoplastik, dan material cetak elastik. Material cetak kaku adalah bahan cetak yang setelah mengeras maka konsistensinya akan kaku. Material cetak termoplastik akan bersifat plastis pada suhu tinggi dan akan kembali ke sifat aslinya ketika didinginkan. Material cetak elastik adalah bahan cetak yang tetap bersifat elastic setelah setting dan setelah dikeluarkan dari dalam mulut.
       A.    Bahan Cetak Kaku
1.      Plaster of Paris
Salah satu tipe material cetak kaku adalah plaster of paris, yang telah digunakan di kedokteran gigi selama lebih dari 200 tahun. Dulu, plaster of paris merupakan satu-satunya material yang digunakan sebagai material cetak gigi tiruan sebagian lepasan, namun sekarang material elastic telah menggantikan pemakaian material ini. Plaster of paris modifikasi digunakan oleh banyak dokter gigi untuk mencatat hubungan maksilomandibula.
2.      Metallic Oxide Paste
Metallic oxide paste biasanya merupakan beberapa bentuk kombinasi zinc oxide-eugenol. Material ini tidak digunakan untuk cetakan pertama dan sebaiknya tidak pernah digunakan untuk mencetak rahang yang masih memiliki gigi asli. Material cetak ini juga tidak digunakan pada sendok cetak persediaan.
Metallic oxide paste ini dapat digunakan untuk material cetak kedua untuk gigi tiruan penuh dan untuk perluasan basis area edentulous ridge dari gigi tiruan sebagian lepasan, jika telah dibuatkan sendok cetak perseorangan.
        B.     Bahan Cetak Termoplastik
1.      Modeling Plastic
Sama seperti plaster of paris, modeling plasting merupakan salah satu material cetak yang tertua. Material ini paling sering digunakan untuk border molding dari sendok cetak perseorangan untuk gigi tiruan sebagian lepasan Klas I dan Klas II Kennedy. Modeling plastic dikemas dalam beberapa warna, dimana setiap warna mengindikasikan berapa temperature yang diperlukan agar material ini menjadi plastis dan dapat digunakan. Beberapa dokter gigi masih memilih modeling plastic sebagai material cetak kedua untuk mencatat edentulous ridge pada pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan.
2.      Impression Wax and Natural Resins
Impression wax dikenal juga dengan nama wax temperatur-mulut. Contoh dari impression wax adalah Iowa wax dan Korecta wax. Iowa dipakai untuk mencatat bentuk fungsional dari edentulous ridge, dapat juga dipakai untuk material cetak kedua atau sebagai material cetak untuk relining gigi tiruan sebagian lepasan untuk mendapatkan support dari jaringan dibawahnya.
        C.     Bahan Cetak Elastis
1.      Reversible Hydrocolloid
Reversible hydrocolloid adalah material cetak yang menjadi cair pada temperature tinggi dan menjadi gel pada penurunan temperature. Material ini digunakan sebagai material cetak restorasi cekat. Keuntungannya lebih sedikit daripada alginate ketika digunakan untuk material cetak gigi tiruan sebagian lepasan. Sekarang material ini digunakan untuk pembuatan master cast gigi tiruan sebagian lepasan.
2.      Irreversible Hydrocolloid
Irreversible hydrocolloid dipakai untuk membuat cetakan diagnosa, cetakan perawatan ortodonti, dan master cast gigi tiruan sebagian lepasan. Material ini tidak bisa disimpan lama. Keuntungannya bisa dipakai jika ada saliva, hidrofilik, memiliki bau dan rasa yang enak, nontoxic, nonstaining, dan tidak mahal.
3.      Mercaptan Rubber-base
Material ini digunakan untuk cetakan kedua. Untuk mendapatkan hasil cetakan yang akurat, cetakan ini harus memiliki ketebalan seragam yang tidak melebihi 3 mm. Kekurangannya adalah bau yang tidak enak, dan dapat mewarnai baju. Kelebihannya adalah tidak mahal dan waktu kerja dan setting yang lama, serta keakuratan yang baik.
4.      Polyether
Keuntungan dari material cetak ini adalah mendapatkan keakuratan yang baik, serta detail permukaan yang baik. Kekurangannya adalah waktu kerja dan settingnya yang pendek, beberapa jenis memiliki rasa yang tidak enak, dan karena menyerap cairan, tidak bisa direndam pada cairan disinfektan. Material ini biasanya digunakan untuk material border molding.
5.      Silicone
Material silicone adalah material yang lebih akurat dan mudah dipakai dari bahan cetak elastic lain. Material ini terbagi menjadi dua, yaitu silikon kondensasi dan silikon adisi. Silikon kondensasi memiliki bau yang enak dan waktu setting 5-7 menit, dan bersifat hidrofobik. Silikon adisi merupakan material yang paling akurat. Tingkat distorsinya rendah, dengan waktu kerja dan setting 3-5 menit. Silikon adisi tersedia dalam bentuk hidrofilik dan hidrofobik, tidak berasa, dan tidak berbau.

Material cetak untuk GTSL
Bahan cetak untuk rahang yang edentulous sebagian harus dapat mencatat bentuk anatomi gigi dan jaringan pendukung secara akurat.
Material yang dapat deformasi permanen saat dikeluarkan dari undercut jaringan dan gigi tidak dapat dipakai, karenanya bahan cetak termoplastik dan metallic oxide paste tidak dipakai. Rubber-base sebaiknya tidak dipakai ketika terdapat beberapa undercut karena material ini akan mengalami distorsi saat penarikan. Plaster of paris dan modeling plastic dapat digunakan untuk mencatat detail jaringan secara akurat, namun harus dipisah saat penarikannya.
Bahan cetak hidrokoloid dapat mencetak area undercut dan cukup elastic untuk ditarik dari undercut tersebut tanpa distorsi permanen. Material hidrokoloid yang reversible memiliki kekurangan yaitu ketika dipakai harus cukup panas untuk mencair dan berubah menjadi gel elastis saat pendinginan. Bisa saja, jika operator tidak berhati-hati saat penggunaan material ini terjadi bahaya berupa membakar jaringan mulut pasien. Selain itu, material hidrokoloid reversible juga dibutuhkan alat untuk pendinginnya.
Semua hidrokoloid stabil dimensinya hanya pada periode singkat setelah pengeluaran dari mulut. Jika terpapar udara, secara cepat bahan cetak ini akan kehilangan cairannya dengan hasil pengerutan dan perubahan dimensi lainnya. Jika direndam dalam air, akan mengalami imbibisi, dengan berakibat pembengkakan cetakan dan perubahan dimensi.
Karena aplikasi material cetak hidrokoloid irreversible tidak memerlukan panas, maka tidak akan menimbulkan bahaya membakar jaringan pasien. Karenanya, pasien bisa relax saat proses pencetakan berlangsung.

Sumber : McCracken’s. 11th Ed. P. 271-6

Sendok Cetak



     Sendok cetak merupakan alat kedokteran gigi yang dipakai untuk memegang material cetak pada tempatnya untuk membuat cetakan dari permukaan jaringan di dalam rongga mulut.  Sendok cetak juga didefinisikan sebagai alat yang dipakai untuk membawa, membatasi, dan mengkontrol material cetak ketika membuat cetakan.1
Sendok cetak ada yang berupa sebagian maupun keseluruhan rahang. Secara umum, sendok cetak dibentuk sesuai dengan kontur alami lengkung rahang. Terdapat dua tipe sendok cetak, yaitu sendok cetak persediaan dan sendok cetak perseorangan. Kedua tipe tersebut dapat dipakai untuk mencetak mandibula dan maksila, namun sendok cetak mandibula berbeda dengan maksila karena memberikan pergerakan bebas dari lidah.
Sendok cetak persediaan adalah sendok cetak yang telah dibuat oleh pabrik, dan memiliki banyak pilihan ukuran baik untuk maksila dan mandibula. Sendok cetak persediaan tersedia yang berlubang dan tidak berlubang, dan berdasarkan bahannya tersedia plastik dan yang terbuat dari metal. Berdasarkan penggunaannya, sendok cetak persediaan tersedia baik untuk pasien bergigi maupun pasien yang edentulous. Sendok cetak perseorangan adalah sendok cetak yang dibuat pada laboratorium dental dengan menggunakan bahan akrilik. Karena dibuat untuk perseorangan pasien, sebelum membuat sendok cetak perseorangan, seorang operator harus memiliki cetakan dari gigi pasien.2
Sendok cetak persediaan untuk pasien bergigi dan edentulous sebagian terbagi menjadi empat tipe utama : yaitu sendok cetak metal tidak berlubang, sendok cetak metak berlubang, sendok cetak plastic tidak berlubang, dan sendok cetak plastic berlubang. Sendok cetak metal berlubang merupakan pilihan untuk pembuatan cetakan pada gigi tiruan sebagian lepasan.3 Sendok cetak metal dipilih karena memberikan keakuratan yang lebih baik daripada sendok cetak plastik. Hal ini dikarenakan saat memastikan keakuratan cetakan, sendok cetak harus bertindak sebagai penghalang aliran material cetak di sendok cetak. Makin efektif penghalang tersebut, makin besar tekanan yang terbentuk untuk menekan material cetak ke semua area yang akan dicatat. Semakin kaku sendok cetak maka akan semakin efektif penghalang tersebut dan karenanya sendok cetak yang kaku seperti sendok cetak metal memberikan keakuratan cetakan yang lebih baik daripada sendok cetak plastic yang fleksibel.4

Sumber :
1.      The Glossary of Prosthodontic Terms. Volume 94 No 1. P.44
3.      Rodney D. Phoenix, David R. Cagna, Charles F. DeFreest. Stewart’s Clinical Removable Partial Denture. 3rd Edition. Quintessence Book. P.143
4.      http://www.gceurope.com/pid/40/leaflet/en_Leaflet.pdf

Tuesday, November 26, 2013

Konsep Oklusi



Terdapat tiga konsep oklusi yang dikenal untuk menjelaskan kapan gigi harus atau tidak berkontak pada posisi saat mandibula digerakkan ke lateral.
1.      Bilateral Balanced Occlusion (Oklusi Seimbang Bilateral).
Oklusi seimbang bilateral merupakan konsep prostodonti yang mengatakan jumlah maksimal gigi harus berkontak dalam semua posisi mandibula yang digerakkan. Konsep ini tidak banyak lagi dipakai seperti dulu. Konsep ini berguna pada pembuatan gigi tiruan penuh, dimana kontak pada sisi non kerja diperlukan untuk mencegah tipping dari gigi tiruan. Saat konsep ini diaplikasikan pada gigi asli, dengan tujuan untuk mengurangi tekanan pada gigi individual dengan membagi tekanan ke sebanyak mungkin gigi, disadari bahwa hal tersebut sangat sulit diraih. Selain itu, hasil dari berkontaknya gigi geligi pada setiap pergerakan mandibula juga membuat gigi geligi mengalami permakaian berlebih yang menyebabkan aus.
2.      Unilateral Balanced Occlusion (Oklusi Seimbang Unilateral).
Konsep ini disebut juga dengan group function. Konsep ini dikemukakan oleh Schuyler, dkk. Mereka menyimpulkan bahwa keseimbangan antar rahang itu tidak diprlukan pada gigi asli, dan akan lebih baik untuk menghilangkan semua kontak pada sisi non kerja. Karenanya, oklusi seimbang unilateral ini menyatakan gigi geligi pada sisi kerja akan berkontak pada saat mandibula digerakkan, sedangkan gigi geligi pada sisi non kerja tidak berkontak. Group function pada sisi kerja mendistribusikan tekanan oklusal. Tidak adanya kontak pada sisi non kerja mencegah gigi-gigi tersebut terkena tekanan destruktif, dan mencegah gigi tersebut aus.
3.      Mutually Protected Occlusion (Oklusi Perlindungan Bersama).
Konsep ini disebut juga dengan canine protected. Konsep ini dikemukakan oleh D’Amico, dkk. Mereka melihat pada banyak mulut dengan status periodontal yang sehat dan pemakaian minimal dari gigi geligi, gigi tersusun sehingga saat mandibula digerakkan ke lateral, gigi anterior akan menahan gigi posterior untuk berkontak baik pada sisi kerja maupun pada sisi non kerja. Berdasarkan konsep oklusi ini, gigi anterior memikul beban semua tekanan dan gigi posterios tidak beroklusi.
Dinamakan perlindungan bersama karena saat mandibula digerakkan ke lateral, gigi anterior melindungi gigi posterior, dan saat posisi intercuspal gigi posterior melindungi gigi anterior.. Susunan oklusi ini yang paling diterima karena mudah pembuatan dan toleransi pasien yang baik.
Walau bagaimanapun, merekonstruksi mulut dengan konsep oklusi perlindungan bersama, dibutuhkan jaringan periodontal yang sehat. Pada kasus dengan status periodontal tidak sehat ataupun kasus dengan kaninus yang hilang, lebih baik direkonstruksi dengan konsep oklusi seimbang unilateral. Tambahan dukungan pada gigi posterior di sisi kerja akan mendistribusikan tekanan yang mungkin tidak bisa ditahan oleh gigi anterior.

Sumber : Herbert T. Shilingburg, Sumiya Hobo, Lowell D. Whitsett, Richard Jacobi, Susan E. Brackett. Fundamental of Fixed Prosthodontics. 3rd Edition. Quintessence : USA. P.19-20