Friday, February 7, 2014

Anatomi dan Histologi Lidah



Lidah merupakan bagian yang menonjol dari rongga mulut. Sepertiga posterior adalah bagian faringeal dari lidah, atau basis lidah. Basis lidah melekat pada dasar mulut. Basis lidah tidak terbaring pada rongga mulut, tetapi di bagian oral kerongkongan. Bagian duapertiga anterior dari lidah, disebut badan (body) lidah, terbaring di rongga mulut. Ujung lidah adalah apeks lidah.
Beberapa permukaan lidah memiliki struktur tonjolan kecila dari mukosa khusus yang disebut lingual papilla, beberapa diantaranya terhubung dengan taste buds. Taste buds merupakan organ perasa khusus.
Bagian atas, permukaan dorsal lidah, memiliki midline depression, median lingual sulcus, sesuai dengan posisi struktur fibrosa midline di dalam lidah dan area fusion tissue. Bagian dorsal lidah juga memiliki banyak lingual papilla, yang memberikan permukaan dorsal struktur halus dan lembutnya. Jauh ke posterior permukaan dorsal lidah dan lebih sulit untuk melihat secara klinis adalah groove berbentuk V terbalik, sulcus terminalis. Sulcus teminalis memisahkan basis dengan badan lidah, ditandai dengan garis jaringan yang berfusi pada perkembangan lidah.
Depression seperti pit, disebut foramen cecum, terletak dibagian belakang sulcus terminalis mengarah ke kerongkongan. Papilla lingual yang berbentuk jamur besar ke 10-14, papilla circumvallate lingual, berada disisi anterior sulcus terminalis. Bahkan jauh ke posterior pada permukaan dorsal pada basis lidah, ada masa jaringan irregular, yaitu lingual tonsil.
Sisi atau permukaan lateral lidah ditandai dengan ridge vertical dari lingual papilla, disebut foliate lingual papilla.
Bagian bawah, atau permukaan ventral lidah, ditandai dengan pembuluh darah besar yang tampak, vena lingual yang dalam, yang muncul dekat dengan permukaan. Bagian lateral dari tiap vena lingual yang dalam ada plica fimbriota dengan proyeksi seperti jahitan.




Mukosa lidah terdiri atas:
1.      Epitel berlapis gepeng.
2.      Lamina propria tipis yang terdiri dari tiga lapisan, yaitu:
·         Papilla à jaringan ikat papilla, dengan daerah dan nervus serat sel dan substansi interseluler.
·         Pleksus kapiler àuntuk memberikan nutrisi ke lapisan papilla.
·         Lapisan padat dengan serat elastic lebih banyak daripada serta kolagen.
3.      Bagian pulsar lidah terdiri atas berkas-berkas otot rangka. Didalam jaringan luar diseluler berkas otot terdapat banyak pembuluh darah dan saraf.
4.      Kelenjar lingual anterior, terdapat dipertengahan bawah lidah dekat apeks dan terpendam dalam otot. Kelenjar ini jenis kelenjar campuran yang mengandung acini serosa, mukosa dan campuran dengan serosa berbentuk bulan sabit. Duktus interlobular bermuara ke dalam duktus eskretorius yang lebih besar, kemudian bermuara ke dalam rongga mulut pada permukaan ventral lidah.




Sumber : Broschenica ve Atlas Histology de Fiore dengan Korelasi Fungsional. Ed. 9. Jakarta : EGC. 2003

Sunday, February 2, 2014

Anatomi dan Histologi Kelenjar Saliva



Kelenjar saliva memproduksi saliva. Saliva terdiri dari mineral, elektrolit, buffer, enzim, immunoglobulin (secretory IgA), dan sisa metabolisme. Sekresi kelenjar ini dikontrol oleh sistem nervus autonom. Saliva melicinkan dan membersihkan oral mucosa, melindunginya dari kekeringan dan potensial karsinogen. Hasil sekresi ini juga membantu proses pencernaan makanan melalui aktivitas enzim.
Kelenjar saliva diklasifikasikan menjadi mayor dan minor, tergantung pada ukuran, tapi keduanya memiliki bentuk histology yang sama. Kelenjar saliva mayor dan minor adalah kelenjar eksokrin dan karenanya memiliki duktus penghubung yang membantu membawa saliva secara langsung ke rongga mulut, dimana saliva digunakan.
A.      Histologi Kelenjar Saliva
Kelenjar saliva mayor dan minor terdiri dari epitel dan jaringan ikat. Sel epitel berada di sistem duktus dan memproduksi saliva. Jaringan ikat ada disekeliling epitel, menjaga dan mendukung kelenjar. Jaringan ikat kelenjar terbagi menjadi capsule, yang mengelilingi bagian luar seluruh kelenjar dan septa. Setiap septum membantu membagi bagian dalam kelenjar menjadi lobus yang lebih besar dan lobulus yang lebih kecil. Capsule dan septa membawa nervus dan pembuluh darah yang mensuplai kelenjar.
B.       Sel Sekretori dan Acini
Sel epitel yang memproduksi saliva adalah sel sekretori. Ada dua tipe sel sekretori, yaitu sel mucus dan serous, tergantung pada tipe sekresi yang dihasilkan. Sel mucus memiliki sitoplasma yang keabuan dan memproduksi produk mukis sekretori. Sel serous memiliki sitoplasma yang terang dan memproduksi produk serous sekretori.
Sel sekretori yang ditemukan dalam kelompok, atau acinus, yang menyerupai anggur yang berkarang. Setiap acinus terdiri dari sebuah lapisan tunggal sel epitel yang mengelilingi lumen, pusat pembukaan dimana saliva disimpan setelah diproduksi oleh sel sekretori.
C.       Kelenjar Saliva Mayor
Adalah tiga pasang kelenjar besar yang memiliki nama. Namanya adalah parotid, submandibula dan sublingual.
Kelenjar parotid merupakan yang terbesar, namun hanya memberikan 25% dari total volume saliva. Terletak disebuah area dibelakang mandibular ramus, anterior dan inferior dari telinga. Duktus yang berhubungan dengan kelenjar parotid adalah ductus parotid, atau duktus Stenson’s.
Kelenjar submandibula adalah yang kedua terbesar, tapi hanya memberikan 60-65% dari total volume saliva. Letaknya dibawah mandibula di fosa submandibula, posterior dari kelenjar sublingual. Duktus yang berhubungan dengan kelenjar submandibula adalah duktus submandibula, atau duktus Wharton’s.
Kelenjar sublingual yang paling kecil, terlebar, memproduksi hanya 10% dari total volume saliva. Letaknya difosa sublingual, anterior dari kelenjar submandibula, dari dasar mulut. Duktus pendek yang berhubungan dengan kelenjar sublingual terkadang berkombinasi membentuk duktus sublingual, atau duktus Bartholin’s.
D.      Kelenjar Saliva Minor
Kelenjar saliva minor lebih kecil dari kelenjar saliva mayor, namun jumlahnya lebih banyak. Kelenjar saliva minor termasuk kelenjar eksokrin, namun duktus mereka lebih pendek daripada duktus kelenjar saliva mayor. Ada juga kelenjar saliva minor yang bernama von Ebner’s salivary glands, terhubung dengan papilla lingual circumvallate, dibagian posterior permukaan dorsal lidah. Kebanyakan kelenjar saliva minor memiliki sel mucus yang banyak, kecuali kelenjar von Ebner yang hanya terdiri dari sel serous.

Sumber : Mary Bath-Balogh, Margareth J. Fehrenbach. Dental Embryology, Histology, and Anatomy. 2nd Ed. Elsevier Sauders; Missouri. 2006

Thursday, January 16, 2014

Istilah Pada Anatomi Gigi

1.      Mahkota/korona adalah bagian gigi yang dilapisi jaringan enamel/email dan normal terletak di luar jaringan gusi.
2.      Akar/radix adalah bagian gigi yang dilapisi jaringan sementum dan ditopang oleh tulang alveolar dari maksila dan mandibula.
3.      Garis servikal/CEJ adalah batas antara jaringan sementum dan email, yang merupakan pertemuan antara mahkota dan akar gigi.
4.      Apeks adalah titik terujung pada akar gigi.
5.      Tepi insisal (incisal edge) adalah suatu tonjolan kecil dan panjang pada bagian korona dari gigi insisivus yang merupakan sebagian dari permukaan insisivus dan yang digunakan untuk memotong makanan.
6.      Cusp adalah tonjolan pada bagian korona gigi kaninus dan gigi posterior, yang merupakan sebagian dari permukaan oklusal.
7.      Sudut garis (line angle) adalah pertemuan antara dua permukaan dan disebut menurut kombinasi dari kedua permukaan tersebut. Contoh : mesiobuccal.
8.      Sudut titik (point angle) adalah pertemuan antara tiga permukaan dan disebut menurut kombinasi dari ketiga permukaan tersebut. Contoh : mesiobuccodistal.
9.      Ridge/edge adalah suatu tonjolan kecil dan panjang pada permukaan suatu gugu dan dinamakan menurut letak dan bentuknya.
10.  Marginal ridge adalah tepi bulat dari enamel yang membentuk tepi-tepi mesial dan distal dari permukaan.
11.  Triangular ridge adalah ridge yang berjalan turun dari puncak cusp gigi molar dan premolar menuju ke bagian sentral dari permukaan oklusal.
12.  Transversal ridge adalah ridge yang terbentuk oleh persatuan antara suatu triangular ridge bukal dengan suatu triangular ridge palatal/lingual yang berjalan miring pada permukaan oklusal dari gigi molar atas.
13.  Cusp ridge adalah ridge yang membentuk tepi-tepi labial/bukal dan tepi-tepi palatal/lingual dari cusp pada permukaan oklusal dari gigi geligi posterior dan kaninus.
14.  Oblique ridge adalah ridge yang terbentuk oleh persatuan antara suatu triangular ridge distobukal dengan suatu triangular ridge mesiopalatal.
15.  Fosa adalah suatu lekukan/depresi yang bundar, lebar, dangkal dan tidak rata yang terdapat pada permukaan gigi.
16.  Groove adalah suatu lekukan yang dangkal, sempit dan panjang yang terdapat pada suatu permukaan gigi.
17.  Developmental groove adalah groove dangkal dimana bagian-bagian utama dari korona dan akar bertemu.
18.  Pit adalah depresi yang kecil, besarnya seujung jarum yang terdapat pada permukaan oklusal dari gigi molar, dimana developmental groove bertemu atau saling melintang.
19.  Fissure adalah suatu celah yang dalam dan memanjang pada permukaan gigi, biasanya terdapat pada permukaan oklusal atau fasial/proksimal dan merupakan dasar dari developmental groove.
20.  Tuberkel adalah elevasi/tonjolan kecil pada beberapa bagian dari korona gigi yang dihasilkan dari pembentukan enamel yang berlebihan.
21.  Mamelon adalah tonjolan yang terdapat pada edge insisal dari gigi insisivus yang baru erupsi atau pada edge insisal dari gigi yang belum pernah digunakan untuk mengunyah.

Monday, December 30, 2013

Kelebihan dan Kekurangan Immediate Denture



a.       Kelebihan Immediate Denture
·         Keuntungan utama dari immediate denture adalah terjaganya penampilan pasien, karena tidak ada periode edentulous.
·         Hubungan rahang, dimensi vertikal, serta tinggi wajah dapat dijaga. Lidah tidak akan melebar sebagai hasil dari tidak adanya gigi.
·         Sakit pasca operasi berkurang, karena area ekstraksi dilindungi.
·         Lebih mudah untuk menduplikasi posisi dan bentuk gigi asli, juga bentuk rahang dan lebarnya.
·         Pasien dapat beradaptasi lebih mudah terhadap gigi tiruan pada waktu yang sama dengan pemulihan pembedahan. Fungsi bicara dan mastikasi jarang bermasalah, dan nutrisi dapat dijaga.
·         Status social dan psikologis terpelihara. Alasan yang paling penting penggunaan immediate denture adalah pasien tidak akan berada dalam kondisi edentulous dan tidak ada gangguan terhadap kehidupan normal saat tersenyum, berbicara, makan, dan saat berinteraksi sosial.

      b.      Kekurangan Immediate Denture
·         Adanya beberapa gigi yang tersisa pada berbagai lokasi (anterior, posterior, atau keduanya) sering menyebabkan pencatatan yang tidak benar terhadap relasi sentrik atau salah menentukan dimensi vertikal yang tepat.
·         Merupakan prosedur yang lebih sulit dan lebih menuntut. Dibutuhkan waktu kunjung yang lebih banyak, dan karenanya meningkatkan harga/biaya.
·         Aktifitas fungsional (berbicara dan mastikasi) terkadang terganggu. Namun, hal ini hanyalah ketidaknyamanan sesaat.

      c.       Perbandingan Kelebihan Immediate Denture
·         Immediate denture konvensional (CID) biasanya akan memberikan retensi dan stabilisasi awal yang lebih baik karena lebih sedikit gigi yang diekstraksi saat pemasangan.
·         CID memiliki sesi bedah yang lebih mudah pada pembedahan kedua.
·         Biaya keseluruhan dari CID lebih murah.
·         Teknik interim immediate denture (IID) menghasilkan dua gigi tiruan, yang berguna bagi beberapa pasien.
·         IID memiliki sekali kunjungan bedah.
·         Prosedur IID lebih singkat waktunya.
·         IID lebih baik untuk dokter gigi yang kurang berpengalaman, karena dapat memperbaiki kesalahan gigi tiruan pertama pada gigi tiruan kedua.

      d.      Perbandingan Kekurangan Immediate Denture
·         Teknik CID hanya menghasilkan satu gigi tiruan.
·         Teknik CID membutuhkan dua kunjungan bedah.
·         Teknik CID memiliki periode edentulous posterior, yang dapat menggangu mastikasi.
·         Kunjungan bedah IID lebih sulit dan memakan waktu lama dari CID.
·         Retensi dan stabilisasi IID kurang saat insersi.

Sumber : Zarb, Bolender. Prosthodontic Treatment for Edentulous Patients. 12th Edition. Mosby.  P. 124-5